Selasa, 27 Mei 2014

Although it hurts



Do all the things I should have done…When I was your man~
Entahlah setiap mendengar potongan lirik lagu nya Bruno mars itu hatiku langsung nyesek, nyelekit, semacam asma mendadak dan dada ini jadi pengap. Iya…aku ingat sama mantan ku, bukan berarti aku gagal move on ya…ini hanya karena aku terlalu banyak meluangkan waktu bersamanya ketika masih jadi pacarnya. Kami sering menghabiskan waktu berdua, slalu berdua, setiap hari walaupun hanya lima menit yang penting kami bisa ketemu dan tersenyum satu sama lain :)
 Dia slalu meluangkan waktunya untukku meskipun itu waktu jam kerja. Dia yang over protektif dalam menjagaku, takut aku kekurangan perhatian darinya, dia seperti “polisi” sekaligus “dokter” untukku.
Bahagia??? Iyaa…sangat bahagia. Dia membuatku slalu menjaga hatiku untuk siapapun. Dia yang membuatku untuk hanya percaya dengannya. Dia yang membuatku selalu me nomer satu kan dia dihidupku.
Kupikir segalanya akan tetap sama. Kupikir selamanya aku akan merasakan hal seperti itu. Nyata nya aku salah :( sangat salah…
Ketika dia mulai mendapatkan posisi jabatan baru ditempat kerja nya. Aku merasa tersisih…
Waktu yang slalu dia berikan sepenuhnya untukku sekarang sudah hilang, dia tak bisa menemaniku hariku, tak slalu ada ketika aku membutuhkannya.
aku mencoba berusaha mengerti posisi dia sekarang apa dan wajar kalau dia sibuk. Berubah menjadi cewe pengertian yang tidak egois...Kupikir aku bisa nyata nya salah,,, bukan aku yang tidak mengerti tapi dia seolah olah tak ingin dimengerti...
Aku bertanya… Kemana pundak yang selama ini slalu ada ketika aku menangis??
Perlahan dia hilang…
Dia berlari didepanku sementara kakiku sudah lelah untuk mengejarnya..
Ingin aku berhenti itu artinya aku akan kehilangan jejaknya…
Apa yang harus kulakukan? Mengejarnya hanya akan membuatku lumpuh!!
Dulu memang aku sangat lemah, rapuh, bergantung dengannya. Hingga ketika dia menghilang aku merasa seperti orang buta yang kehilangan tongkat!! Aku tak tau bagaimana caranya berjalan tanpa tongkat yang slalu memapahku. Aku tak tau arah mana jalan yang harus aku lewati tanpa tongkat yang menunjukkan jalan itu. Aku semakin lemah ketika dia benar-benar menghilang L
Ada waktu dimana aku sangat merindukannya… bukan merindukan dirinya tapi kenangannya.
Aku bersikap bodoh karena memaksakan segala sesuatu yang sebenarnya aku sendiri tau tak bisa dipaksakan.
Dia memutuskan untuk meninggalkanku hanya karena alas an konyol yang tidak masuk akal.
Bosan?? Mungkin benar…dia bosan denganku. Dengan gadis menyebalkan yang slalu menggantungkan diri padanya. Yang bersikap kekanak-kanakan tanpa ada dewasa sedikitpun.
Aku bisa apa?? Aku hanya bisa diam tanpa menangis ketika dia memutuskan itu. Entah airmata ini sepertinya tertahan dengan sendirinya ketika aku melihat dia berjalan menjauh meninggalkanku.
Samar – samar bayangan punggungnya menghilang seolah ditelan kabut. Kemana dia??
Kali ini kaki ku tak bisa mengejarnya lagi. Sudah terlalu lelah untuk melangkah walau hanya selangkah saja. Kakiku seolah terpaku dibumi dan membiarkan dia yang berjalan dengan tenangnya.
Benci?? Tidak…aku tak pernah membencinya. Aku menghargai segala keputusannya. Dia berhak memutuskan dengan siapa dia akan hidup.
Hanya saja sejak saat itu hatiku tak pernah bisa terpaut dengan siapapun. Hati ini menjadi beku. Tak pernah percaya dengan siapapun… meskipun aku sudah pernah dekat dengan lelaki manapun, mencoba membuka hati dan menghapus yang terukir dulu tapi tetap saja tak bisa.
Dia membuatku seperti sosok cewe yang memiliki sifat Abu-abu. Tak jelas... Tak ada warna yang jelas…
Aku tak pernah menangis lagi…Aku tak pernah merasa ditinggalkan lagi…Aku tak pernah merasa sakit…
Semuanya sudah habis ketika aku ditinggalkan…Semuanya menjadi kosong dan sampai detik ini pun masih kosong…
Aku sempat dekat dengan beberapa cowo… Tapi entah kenapa setiap mereka semua bilang
“aku sayang tulus sama kamu”
“aku ga bakalan ninggalin kamu”
“aku janji bakalan slalu bahagiain kamu”
“aku ga seperti mantan kamu sebelumnya, kamu bisa percaya itu”
“aku pengen serius jalani hubungan ini sama kamu”
That’s all is BULLSHIT!!!!
Aku sudah sering mendengar kalimat itu. Itu semua bullshit!! Aku sudah cukup muak dengan laki-laki yang hanya bicara saja tanpa membuktikan apa-apa.
Dia hampir sejuta kali mengucapkan kalimat yang sama. Nyatanya apa? Aku sendirian!!!
Sakit!! Ga akan ada yang bisa ngerti gimana perasaanku sekarang. Bukan kamu, dia ataupun mereka.
Hanya karena seorang laki-laki…membuat hidupku seperti ini. Membuatku tak bisa percaya apapun. Membuatku STUCK!! Aku benci hal ini.
Aku slalu percaya dia, slalu ku maafkan setiap kebohongannya tapi kenapa kebaikanku malah membuatnya semakin menjauh??  Apa harus aku jadi cewe jahat dulu biar dia ga ninggalin aku demi seoarng cewe baru dihidupnya.
Takkan ada yang bisa ngertiin gimana perasaanku sekarang. Ga ada!!!
Demi segala kebodohanku karena sudah mempercayai nya…Aku ga akan pernah percaya lagi dengan segala omong kosong laki-laki.