Do all the things I should have done…When I was
your man~
Entahlah setiap mendengar potongan lirik lagu nya Bruno
mars itu hatiku langsung nyesek, nyelekit, semacam asma mendadak dan dada ini
jadi pengap. Iya…aku ingat sama mantan ku, bukan berarti aku gagal move on ya…ini
hanya karena aku terlalu banyak meluangkan waktu bersamanya ketika masih jadi
pacarnya. Kami sering menghabiskan waktu berdua, slalu berdua, setiap hari
walaupun hanya lima menit yang penting kami bisa ketemu dan tersenyum satu sama
lain :)
Dia slalu meluangkan waktunya untukku meskipun itu
waktu jam kerja. Dia yang over protektif dalam menjagaku, takut aku kekurangan
perhatian darinya, dia seperti “polisi” sekaligus “dokter” untukku.
Bahagia??? Iyaa…sangat bahagia. Dia membuatku slalu
menjaga hatiku untuk siapapun. Dia yang membuatku untuk hanya percaya
dengannya. Dia yang membuatku selalu me nomer satu kan dia dihidupku.
Kupikir segalanya akan tetap sama. Kupikir selamanya
aku akan merasakan hal seperti itu. Nyata nya aku salah :( sangat salah…
Ketika dia mulai mendapatkan posisi jabatan baru
ditempat kerja nya. Aku merasa tersisih…
Waktu yang slalu dia berikan sepenuhnya untukku
sekarang sudah hilang, dia tak bisa menemaniku hariku, tak slalu ada ketika aku
membutuhkannya.
aku mencoba berusaha mengerti posisi dia sekarang apa dan wajar kalau dia sibuk. Berubah menjadi cewe pengertian yang tidak egois...Kupikir aku bisa nyata nya salah,,, bukan aku yang tidak mengerti tapi dia seolah olah tak ingin dimengerti...
Aku bertanya… Kemana pundak yang selama ini slalu
ada ketika aku menangis??
Perlahan dia hilang…
Dia berlari didepanku sementara kakiku sudah lelah
untuk mengejarnya..
Ingin aku berhenti itu artinya aku akan kehilangan
jejaknya…
Apa yang harus kulakukan? Mengejarnya hanya akan
membuatku lumpuh!!
Dulu memang aku sangat lemah, rapuh, bergantung
dengannya. Hingga ketika dia menghilang aku merasa seperti orang buta yang
kehilangan tongkat!! Aku tak tau bagaimana caranya berjalan tanpa tongkat yang
slalu memapahku. Aku tak tau arah mana jalan yang harus aku lewati tanpa
tongkat yang menunjukkan jalan itu. Aku semakin lemah ketika dia benar-benar
menghilang L
Ada waktu dimana aku sangat merindukannya… bukan
merindukan dirinya tapi kenangannya.
Aku bersikap bodoh karena memaksakan segala sesuatu
yang sebenarnya aku sendiri tau tak bisa dipaksakan.
Dia memutuskan untuk meninggalkanku hanya karena alas
an konyol yang tidak masuk akal.
Bosan?? Mungkin benar…dia bosan denganku. Dengan gadis
menyebalkan yang slalu menggantungkan diri padanya. Yang bersikap
kekanak-kanakan tanpa ada dewasa sedikitpun.
Aku bisa apa?? Aku hanya bisa diam tanpa menangis
ketika dia memutuskan itu. Entah airmata ini sepertinya tertahan dengan
sendirinya ketika aku melihat dia berjalan menjauh meninggalkanku.
Samar – samar bayangan punggungnya menghilang
seolah ditelan kabut. Kemana dia??
Kali ini kaki ku tak bisa mengejarnya lagi. Sudah terlalu
lelah untuk melangkah walau hanya selangkah saja. Kakiku seolah terpaku dibumi
dan membiarkan dia yang berjalan dengan tenangnya.
Benci?? Tidak…aku tak pernah membencinya. Aku menghargai
segala keputusannya. Dia berhak memutuskan dengan siapa dia akan hidup.
Hanya saja sejak saat itu hatiku tak pernah bisa
terpaut dengan siapapun. Hati ini menjadi beku. Tak pernah percaya dengan
siapapun… meskipun aku sudah pernah dekat dengan lelaki manapun, mencoba
membuka hati dan menghapus yang terukir dulu tapi tetap saja tak bisa.
Dia membuatku seperti sosok cewe yang memiliki
sifat Abu-abu. Tak jelas... Tak ada warna yang jelas…
Aku tak pernah menangis lagi…Aku tak pernah merasa
ditinggalkan lagi…Aku tak pernah merasa sakit…
Semuanya sudah habis ketika aku ditinggalkan…Semuanya
menjadi kosong dan sampai detik ini pun masih kosong…
Aku sempat dekat dengan beberapa cowo… Tapi entah
kenapa setiap mereka semua bilang
“aku sayang tulus sama kamu”
“aku ga bakalan ninggalin kamu”
“aku janji bakalan slalu bahagiain kamu”
“aku ga seperti mantan kamu sebelumnya, kamu bisa
percaya itu”
“aku pengen serius jalani hubungan ini sama kamu”
That’s all is BULLSHIT!!!!
Aku sudah sering mendengar kalimat itu. Itu semua
bullshit!! Aku sudah cukup muak dengan laki-laki yang hanya bicara saja tanpa
membuktikan apa-apa.
Dia hampir sejuta kali mengucapkan kalimat yang
sama. Nyatanya apa? Aku sendirian!!!
Sakit!! Ga akan ada yang bisa ngerti gimana
perasaanku sekarang. Bukan kamu, dia ataupun mereka.
Hanya karena seorang laki-laki…membuat hidupku
seperti ini. Membuatku tak bisa percaya apapun. Membuatku STUCK!! Aku benci hal
ini.
Aku slalu percaya dia, slalu ku maafkan setiap
kebohongannya tapi kenapa kebaikanku malah membuatnya semakin menjauh?? Apa harus aku jadi cewe jahat dulu biar dia
ga ninggalin aku demi seoarng cewe baru dihidupnya.
Takkan ada yang bisa ngertiin gimana perasaanku
sekarang. Ga ada!!!
Demi segala kebodohanku karena sudah mempercayai
nya…Aku ga akan pernah percaya lagi dengan segala omong kosong laki-laki.