Selasa, 04 Februari 2014

aku minta maaf



Aku mengenal seorang lelaki sejak SMP hingga sekarang. Lelaki bernama Randy. Orang yang kupikir dia adalah pangeran semasa ABG aku… waktu itu umurku masih belasan tahun, sweet seventeen juga belum hehe. Tapi ga tau entah kenapa aku seperti ngerasain jatuh cinta pada pandangan pertama, entah itu benar-benar cinta atau hanya sekedar cinta monyet layaknya gadis belia. Tapi perasaan itu begitu real.
Sedikit demi sedikit aku mencoba mendekati dan mengambil hatinya walaupun aku tau bahwa dia sebenarnya memiliki kekasih tapi ah peduli amat. Aku suka dia toh ga ada larangannya kan kalau aku jatuh cinta sama pacar orang??
Bertahun tahun aku berusaha mengejarnya dan entah berjuta kali dia menolak perasaanku… hiks hiks hiks pedih :’)
Tapi sebagai cewe yang pantang menyerah atau bisa dibilang kata temen-temenku cewe ga tau malu hehee… aku ga bakalan tinggal diam gitu aja nyerah sama perasaan suka yang berlebihan ini, obsesi ku ingin mendapatkan dia sama seperti obsesi mengharapkan pangeran kodok dihidupku. Ieuuhh… kodok
Nah singkat cerita setelah perjuangan sekitar 6 tahunan ngejar dia akhirnya aku jadian juga sama ni cowo…aciyeeee eng ing eng >_<
Sekarang status ku bukan lagi seorang ‘fans’ dan dia juga bukan lagi sebagai ‘buronan’ kami sekarang jadian…
Tapi…
Sekarang masalah sedang menimpa hubungan kami, tapi dia sih anteng aja kayaknya cuman aku nya aja yang seperti biasa selalu panic dan berlebihan menghadapi semuanya…
Aku baru putus sekitar 3 bulan yang lalu sama pacarku, aku masih belum bisa sepenuhnya move on dari semuanya. Bukan berarti aku ga bisa move on dari mantanku tapi aku belum bisa move on dari kenangan L
Beberapa hari yang lalu ketika aku abis jalan sama randy, perasaan bahagia yang sempat hilang akhirnya tumbuh lagi, tak ada sedetikpun aku ingat masa lalu. Aku sangat bahagia dan sangat sangat sangat bahagia. Tak peduli bagaimana masalaluku. Peduli amat deh pokoknya. Tapi entah kenapa Mr.X menghubungiku. Setelah sekian lama dia ga ada hubungin aku bahkan terakhir kali dia menghubungi dia Cuma pengen minta doa restu dariku untuk melamar gadis yang disukainya yang ada di Jakarta. Nyesek?? Kaga tuh. Waktu itu sih biasa aja yaa toh saat itu aku udah bahagia ama randy tapi kok kali ini dia hubungin aku buat ngajakin aku jalan. Dan stupid nya aku, aku malah meng iya kan semuanya. Ga mikir apa kalo sebelumnya dia udah ninggalin aku dan gampang banget dia ngajakin aku jalan lagi?? Semacam di hipnotis? Yaa engga lah, dia kan kaga bisa hipnotis orang. Bodo banget yak gue
Trus gue jalan sama Mr.X ketempat yang biasa kami kunjungi. Serasa semuanya kembali lagi seperti dulu. Kami ketawa, becanda, makan, dan melakukan sesuatu yang dulu pernah kami lakuin… dimobil kami becanda seperti biasa, ngobrol ringan dan mungkin saat itu kami lupa kalau kami sebenarnya udah memiliki pasangan masing-masing.
Sesampainya dirumah…perasaan bersalah itu muncul. Aku udah boongin randy, randy panik mencariku yang udah ‘hilang’ tanpa jejak. Ga ada kabar dan aku bilang kalau aku jalan sama temen dan disana ga ada sinyal sama sekali. Bodoh!! Sangat bodoh!!
Keesokan harinya aku merasa terjebak dengan permainanku sendiri. Aku kembali mengingat semuanya setelah sedikit demi sedikit ingatan itu samar karna hadirnya randy. Aku bingung. Rasa ku menjadi hampa. Hatiku mendadak kosong!! Aku tidak mencintai dia dan juga randy. Aku merasa sendiri. Aku merasa aneh dengan perasaanku sendiri!!
Aku melarikan diri, aku bolos kerja, dirumah seharian dan offline handphone bikin semua temanku khawatir dan memutuskan untuk kerumah liat kondisi aku yang aneh. Aku ga berani cerita sama mereka. Aku cuman bilang kalau aku lagi perlu waktu untuk sendiri dulu, menyesali kesalahan bodohku dan membiarkan semuanya menyalahkan ku yang lari dari masalah.
hari ini…randy menghubungiku dan menanyakan apa mauku. Dia bilang dia mengerti apa semua masalahku dan 1 masalahku yaitu gagal move on!! (nusukk!!) aku ga bisa nerima kenyataan yang sudah aku alami. Mungkin emang randy yang aku suka dan aku inginkan tapi bukan randy yang aku butuhkan. Dan yang aku butuhkan tidak bisa aku raih. Terus randy bilang “follow your heart but take your brain with you”
aku seolah mati rasa dan bingung harus menjawab apa. Aku cerita semuanya apa yang sudah kulakukan, aku udah boongin dia dan bikin dia kecewa, namun dia cuman jawab “aku udah tau semuanya”
aku ga berani nanya dia tau darimana yang jelas aku heran dengan cowok seperti dia, disaat seperti ini dia masih bisa tenang dan datar seolah semuanya tidak terjadi apa-apa. Aku bingung jalan pikirannya seperti apa, dia bilang kalau dia marah ga akan ada yang merubah keadaan dan aku disuruh untuk tidak menyalahkan diri :’)
dia bilang dia bukannya datar, dia tidak ingin memperpanjang masalah dan dia bilang juga kalau aku paling ga suka dimarahin makanya dia ga mau marah sama aku (yaaa tuhaaaan…aku semakin merasa bersalah, netes nih airmata. Lebih nyesek daripada dimarahin tau ga!!)
terus dia bilang “aku sudah tau bagaimana rasanya sakit hati, bagaimana rasanya kecewa, semua yang sakit itu sudah pernah aku rasakan. Aku ga mau lagi ngalaminnya, aku juga ga mau membuat orang sakit hati karena aku. Yang aku mau, aku pengen jadi orang baik. Aku ga marah bukan berarti aku ga peduli, aku ga kecewa bukan berarti aku ga sayang, aku ga pengen menodai rasa sayang aku dengan cara marah dan kecewa. Aku aneh kan? Tapi ya itulah aku”
kamu benar-benar aneh. Lelaki aneh yang pernah aku temui. Dan dari jawaban terakhir randy itu aku ga bisa jawab apa-apa, aku cuman bisa bilang “maaf”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar