Aku mengenal seorang lelaki sejak SMP hingga sekarang. Lelaki
bernama Randy. Orang yang kupikir dia adalah pangeran semasa ABG aku… waktu itu
umurku masih belasan tahun, sweet seventeen juga belum hehe. Tapi ga tau entah
kenapa aku seperti ngerasain jatuh cinta pada pandangan pertama, entah itu
benar-benar cinta atau hanya sekedar cinta monyet layaknya gadis belia. Tapi perasaan
itu begitu real.
Sedikit demi sedikit aku mencoba mendekati dan mengambil hatinya
walaupun aku tau bahwa dia sebenarnya memiliki kekasih tapi ah peduli amat. Aku
suka dia toh ga ada larangannya kan kalau aku jatuh cinta sama pacar orang??
Bertahun tahun aku berusaha mengejarnya dan entah berjuta kali
dia menolak perasaanku… hiks hiks hiks pedih :’)
Tapi sebagai cewe yang pantang menyerah atau bisa dibilang kata
temen-temenku cewe ga tau malu hehee… aku ga bakalan tinggal diam gitu aja
nyerah sama perasaan suka yang berlebihan ini, obsesi ku ingin mendapatkan dia
sama seperti obsesi mengharapkan pangeran kodok dihidupku. Ieuuhh… kodok
Nah singkat cerita setelah perjuangan sekitar 6 tahunan ngejar
dia akhirnya aku jadian juga sama ni cowo…aciyeeee eng ing eng >_<
Sekarang status ku bukan lagi seorang ‘fans’ dan dia juga bukan
lagi sebagai ‘buronan’ kami sekarang jadian…
Tapi…
Sekarang masalah sedang menimpa hubungan kami, tapi dia sih
anteng aja kayaknya cuman aku nya aja yang seperti biasa selalu panic dan
berlebihan menghadapi semuanya…
Aku baru putus sekitar 3 bulan yang lalu sama pacarku, aku masih
belum bisa sepenuhnya move on dari semuanya. Bukan berarti aku ga bisa move on
dari mantanku tapi aku belum bisa move on dari kenangan L
Beberapa hari yang lalu ketika aku abis jalan sama randy,
perasaan bahagia yang sempat hilang akhirnya tumbuh lagi, tak ada sedetikpun
aku ingat masa lalu. Aku sangat bahagia dan sangat sangat sangat bahagia. Tak peduli
bagaimana masalaluku. Peduli amat deh pokoknya. Tapi entah kenapa Mr.X
menghubungiku. Setelah sekian lama dia ga ada hubungin aku bahkan terakhir kali
dia menghubungi dia Cuma pengen minta doa restu dariku untuk melamar gadis yang
disukainya yang ada di Jakarta. Nyesek?? Kaga tuh. Waktu itu sih biasa aja yaa
toh saat itu aku udah bahagia ama randy tapi kok kali ini dia hubungin aku buat
ngajakin aku jalan. Dan stupid nya aku, aku malah meng iya kan semuanya. Ga mikir
apa kalo sebelumnya dia udah ninggalin aku dan gampang banget dia ngajakin aku
jalan lagi?? Semacam di hipnotis? Yaa engga lah, dia kan kaga bisa hipnotis
orang. Bodo banget yak gue
Trus gue jalan sama Mr.X ketempat yang biasa kami kunjungi. Serasa
semuanya kembali lagi seperti dulu. Kami ketawa, becanda, makan, dan melakukan
sesuatu yang dulu pernah kami lakuin… dimobil kami becanda seperti biasa,
ngobrol ringan dan mungkin saat itu kami lupa kalau kami sebenarnya udah
memiliki pasangan masing-masing.
Sesampainya dirumah…perasaan bersalah itu muncul. Aku udah
boongin randy, randy panik mencariku yang udah ‘hilang’ tanpa jejak. Ga ada
kabar dan aku bilang kalau aku jalan sama temen dan disana ga ada sinyal sama
sekali. Bodoh!! Sangat bodoh!!
Keesokan harinya aku merasa terjebak dengan permainanku sendiri.
Aku kembali mengingat semuanya setelah sedikit demi sedikit ingatan itu samar
karna hadirnya randy. Aku bingung. Rasa ku menjadi hampa. Hatiku mendadak
kosong!! Aku tidak mencintai dia dan juga randy. Aku merasa sendiri. Aku merasa
aneh dengan perasaanku sendiri!!
Aku melarikan diri, aku bolos kerja, dirumah seharian dan
offline handphone bikin semua temanku khawatir dan memutuskan untuk kerumah
liat kondisi aku yang aneh. Aku ga berani cerita sama mereka. Aku cuman bilang
kalau aku lagi perlu waktu untuk sendiri dulu, menyesali kesalahan bodohku dan
membiarkan semuanya menyalahkan ku yang lari dari masalah.
hari ini…randy menghubungiku dan menanyakan apa mauku. Dia bilang
dia mengerti apa semua masalahku dan 1 masalahku yaitu gagal move on!!
(nusukk!!) aku ga bisa nerima kenyataan yang sudah aku alami. Mungkin emang
randy yang aku suka dan aku inginkan tapi bukan randy yang aku butuhkan. Dan yang
aku butuhkan tidak bisa aku raih. Terus randy bilang “follow your heart but
take your brain with you”
aku seolah mati rasa dan bingung harus menjawab apa. Aku cerita
semuanya apa yang sudah kulakukan, aku udah boongin dia dan bikin dia kecewa,
namun dia cuman jawab “aku udah tau semuanya”
aku ga berani nanya dia tau darimana yang jelas aku heran dengan
cowok seperti dia, disaat seperti ini dia masih bisa tenang dan datar seolah
semuanya tidak terjadi apa-apa. Aku bingung jalan pikirannya seperti apa, dia
bilang kalau dia marah ga akan ada yang merubah keadaan dan aku disuruh untuk
tidak menyalahkan diri :’)
dia bilang dia bukannya datar, dia tidak ingin memperpanjang
masalah dan dia bilang juga kalau aku paling ga suka dimarahin makanya dia ga
mau marah sama aku (yaaa tuhaaaan…aku semakin merasa bersalah, netes nih
airmata. Lebih nyesek daripada dimarahin tau ga!!)
terus dia bilang “aku sudah tau bagaimana rasanya sakit hati,
bagaimana rasanya kecewa, semua yang sakit itu sudah pernah aku rasakan. Aku ga
mau lagi ngalaminnya, aku juga ga mau membuat orang sakit hati karena aku. Yang
aku mau, aku pengen jadi orang baik. Aku ga marah bukan berarti aku ga peduli,
aku ga kecewa bukan berarti aku ga sayang, aku ga pengen menodai rasa sayang
aku dengan cara marah dan kecewa. Aku aneh kan? Tapi ya itulah aku”
kamu benar-benar aneh. Lelaki aneh yang pernah aku temui. Dan
dari jawaban terakhir randy itu aku ga bisa jawab apa-apa, aku cuman bisa
bilang “maaf”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar